Hantavirus! Seberapa bahaya sih virus viral ini?

  • Home
  • Edukasi
  • Hantavirus! Seberapa bahaya sih virus viral ini?
Images
  • 22 Mei 2026
  • 15x

Hantavirus! Seberapa bahaya sih virus viral ini?

Hantavirus adalah virus yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus ke manusia. Penyakit ini pertama kali dikenali secara medis pada tahun 1950-an di Korea Selatan dengan sebutan Korean Hemorrhagic Fever. Penyebabnya baru berhasil diisolasi pada tahun 1978 di wilayah sekitar Sungai Hantaan. Selanjutnya, pada tahun 1981 diketahui bahwa tikus (rodent) merupakan tempat dari virus tersebut.

Infeksi hantavirus di benua Amerika dapat menyebabkan Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS), yaitu gangguan serius pada paru-paru dan jantung. Terdapat strain Andes yang diduga memiliki kemampuan penularan antar manusia dengan tingkat fatalitas tinggi, yaitu sekitar 40%–60%. Meski demikian, hasil analisis genetik menunjukkan bahwa strain Andes belum pernah terdeteksi di Indonesia.

Berdasarkan data surveilans di Indonesia selama periode 2024-April 2026, tercatat 256 kasus dengan gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus. Namun, hanya 23 kasus (sekitar 11%) yang terkonfirmasi positif. Dari kasus positif tersebut, terdapat 3 kematian yang seluruhnya terjadi pada pasien usia lanjut atau dengan komorbid.

Sementara di Eropa dan Asia, hantavirus lebih sering menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang menyerang ginjal dan pembuluh darah dengan Tingkat penularan 1%-15%

Walaupun belum terdapat pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan hantavirus secara spesifik, penanganan medis sejak dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Penyebab Hantavirus

Hantavirus ditularkan melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi ketika seseorang:

•⁠  ⁠Menghirup partikel udara yang terkontaminasi

•⁠  ⁠Membersihkan area yang terdapat kotoran tikus

•⁠  ⁠Menyentuh benda yang tercemar lalu menyentuh wajah

•⁠  ⁠Terkena gigitan tikus (lebih jarang terjadi)

Risiko penularan meningkat pada aktivitas seperti:

•⁠  ⁠Membersihkan gudang atau ruangan tertutup

•⁠  ⁠Tinggal di lingkungan dengan banyak tikus

•⁠  ⁠Bertani atau bekerja di area hutan

•⁠  ⁠Tidur di tempat yang terinfestasi tikus

Penularan antar manusia sangat jarang terjadi dan hingga saat ini hanya dilaporkan pada jenis Andes virus di wilayah Amerika Selatan.

Gejala

Gejala biasanya muncul dalam waktu 1–8 minggu setelah terpapar virus.

•⁠  ⁠Demam

•⁠  ⁠Sakit kepala

•⁠  ⁠Nyeri otot

•⁠  ⁠Mual dan muntah

•⁠  ⁠Nyeri perut

•⁠  ⁠Tubuh terasa lemas

Gejala lanjutan:

Pada HCPS:

•⁠  ⁠Batuk

•⁠  ⁠Sesak napas

•⁠  ⁠Penumpukan cairan di paru-paru

•⁠  ⁠Syok

Pada Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS):

•⁠  ⁠Tekanan darah menurun

•⁠  ⁠Gangguan perdarahan

•⁠  ⁠Gangguan fungsi ginjal

 

Apabila mengalami gejala tersebut terutama setelah kontak dengan tikus atau lingkungan kotor, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Cara Mencegah Hantavirus

Pencegahan utama dilakukan dengan mengurangi kontak dengan tikus dan lingkungannya.

Langkah pencegahan:

•⁠  ⁠Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan

•⁠  ⁠Menutup lubang masuk tikus

•⁠  ⁠Menyimpan makanan dalam wadah tertutup

•⁠  ⁠Menggunakan masker saat membersihkan area kotor

•⁠  ⁠Tidak menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering

•⁠  ⁠Membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan

•⁠  ⁠Rajin mencuci tangan

Hindari penggunaan vacuum cleaner atau menyapu langsung pada kotoran tikus karena dapat menyebarkan partikel virus ke udara.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami:

•⁠  ⁠Demam disertai sesak napas

•⁠  ⁠Nyeri otot berat

•⁠  ⁠Riwayat kontak dengan tikus atau kotorannya

•⁠  ⁠Gejala yang memburuk dengan cepat

Penanganan medis sedini mungkin dapat membantu mencegah komplikasi serius.

 

☎️ Layanan Informasi / Customer Care

+62 857-1613-3977

 

Baca selengkapnya melalui akun @rsefarinaetahamkarawang

https://www.instagram.com/p/DYjH6grmVd_/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== 

Referensi

Halodoc. (n.d.). Hantavirus. Retrieved from https://www.halodoc.com/kesehatan/hantavirus?srsltid=AfmBOooZw1KV5m1cDZB_JIFN0rYuJ6HrtR46ihmqM7p-KAefIZrpaaN0

Hantavirus. (2026, 05 06). Retrieved from WHO: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hantavirus

Humas UNS. (2026, 05 21). Dokter RS UNS Ajak Masyarakat Kenali Kunci Pemutus Rantai Penularan Hantavirus. Retrieved from UNS Update: https://uns.ac.id/id/uns-update/dokter-rs-uns-ajak-masyarakat-kenali-kunci-pemutus-rantai-penularan-hantavirus.html

 

 

Publikasi Lainnya

© Copyright 2025 Rumah Sakit Efarina Karawang. All Rights Reserved.